Proses Tahapan Seleksi BIFA

Karena gw pernah merasakan gimana sulitnya dapet info tentang tes jadi penerbang, googling sana sini tapi Cuma ketemu info yang sangat minim, jadilah gw bikin tulisan ini buat temen2 yang mau ngejar cita2 jadi penerbang. Karena kebetulan gw menempuh pendidikannya di BIFA jadi gw mau coba share pengalaman gw test BIFA.

Medex

Dimulai dari Medex. Yang dilakukan di HatPen Kemayoran, disini kesehatan kita diuji semuanya. Item yang dicek :

  • Darah
  • Fisik
  • Urin
  • Gigi
  • Mata
  • Pendengaran
  • Rontgen

Jadi baru datang kita ke loket isi formulir, tinggal bilang tes medex buat calon penerbang nanti dikaish formnya. Abis itu balikin form-nya dan langsung ambil urin dan darah. Sambil kita nunggu hasil urin kita tes kelayakan fisik. Pindah diruangan lain, yang periksa dokter cewek cantik, pas gw masuk si dokter langsung kunci pintu, udah deg2an kirain mau diapain. Ga taunya kita suruh copot semua pakaian tinggal menyisakan boxer, dan diliat bentuk tubuh, timbang badan, dan tinggi badan, serta ditanya2in riwayat penyakir, serta riwayat kesehatan keluarga juga.

Selesai cek fisik naik keatas untuk Rontgen, seperti layakanya rontgen buka baju untuk di tulang belakang dan paru2. Selesai itu kita cek gigi, nah ini banyak yang sering nanya kalo ompong boleh ga? Kalo behelan boleh ga? Jawabannya BOLEH! Gigi gw yang ilang udah 5 biji dan gw pake behel, pokoknya asal ga ada yang bolong, kalo ada yang bolong ditambal dulu sebelum MedEx

Setelah itu kita cek Mata, kalo buat BIFA minus yang ditolerir Cuma sampe minus 0.5 dan buat yang minus bawa aja kacamatanya, gw bawa kacamata gw juga pas medex. Setelah itu kita tes lainnya yaitu mensejajarkan dua batang dengan tali dari jarak sekitar 2M, jadi buat yang silindris kayaknya susah. Abis itu tes pendengaran dimana, kita masuk box kecil, dan disuruh pake headset dan disuruh pencet tombol kalo denger bunyi, tapi bunyi yang muncul alus banget, cenderung susah terdengar kalo ga konsen.

Selesailah tes MedEx, hasilnya diambil besoknya. Tapi gw ada yang kurang yaitu Hb yang terlalu rendah dikasih resep dan disuruh kembali 2 minggu kemudian. Dan dinyatakan lulus, lalu dikaish surat pengantar buat EEG di Lakespra Cawang, besoknya.

Di Lakespra kita EEG, untuk dapet hasil yang baik katanya rambut sebaiknya pendek, dan keramas sebelum berangkat serta dilarang keras menggunakan Gel atau Wax. Nah disini kita dites otaknya ditempelin kabel2 lalu diliat melalui komputer pernah ada cedera otak atau ga. Tesnya ga lama, nunggunya yang lama. Hasilnya bisa diambil besoknya, setelah itu kembaliin hasilnya ke Hatpen dan dikasihlah kita sertifikat Medex.

Tes TOEIC

Tes Bahasa Inggris yang dilaksanakan di Plaza Sentral Sudirman. Tesnya menurut gw cenderung mudah, bahasa Inggris yang ditanyakan pun sangat dasar, buat yang pernah ikutan TOEFL ataupun IELTS dan punya passing grade yang lumayan, pasti bisa lulus, Karen TOEIC emang tingkat kesulitannya paling rendah, passing grade yang dibutuhkan pun Cuma 600. Satu2nya kendala adalah waktu pelaksanaan tes dan lokasi tes yang selalu macet. Jadi saran datangnya lebih awal biar ga telat.

E-Profilling Test

Ini Tes segala macem dari mulai psikologi, Akademis, Kepribadian, Bahasa Inggris, dll. Dilaksanakan di Komplek AURI di Halim. Pertama kita psikotes, tes ini sih tinggal jawab sejujur2nya tentang kepribadian masing2. Setelah itu disuruh gambar orang, saran dari gw, gambar gapapa jelek, yang penting garisnya tegas dan organ tubuh si orang yang digambar ada semua. Setelah itu kasih keterangan orang yang kita gambar itu siapa dan lagi ngapain. Selain itu lupa psikotesnya apalagi.

Setelah itu naik ke lantai 2 tes Bahasa Inggris, tesnya ga terlalu susah lebih ke Bahasa Inggris Dasar. Kalo udah selesai baru deh dimulai tes Fisika dan Matematika, dulu gw panic setengah mati sebelum ngadepin tes Fisika, soalnya dari lahir gw emang ga pernah simpati sama Fisika. Tapi ternyata tes Fisikanya ga terlalu susah lebih ke pemahaman dan Logika, kayak kalo mau gerakin naikin beban katrol mana yang harus ditarik, atau kalo mau seimbangin timbangan beban harus ditaro dimana. Pokoknya ga belajar-pun bisa asal logika jalan.

Nah yang rada susah adalah si Matematika, rinciannya 16 soal dilayar 10 soal kita dengerin sendiri, walaupun soalnya Cuma sebatas Matematika dasar, tapi Karena dipakein waktu jadi rada susah, kita disuruh menghitung dengan mendengarkan soalnya melalui Headset dan gak boleh pake coret2an, dan waktunya Cuma 15 detik dan didetik ke 10 akan bunyi tanda peringatan, nah ini yang biasanya bikin konsentrasi gw buyar, padahal udah mau ketemu hasilnya pas denger bunyi ‘nit’ buyarlah semua yang tadi udah keitung.

Ada juga tes aritmatik, soalnya tentang jarak, waktu tempuh, dan kecepatan. Yang penting paham sama Phytagoras dan tau perbedaan waktu WIB, WITA, WIT pasti bisa ngisi. Yang lainnya pertanyaan2 dasar seperti kegunaan perkakas,dll, gampanglah.

Setelah itu ada tes Simbol, yang penting disini kita konsentrasi perhatiin instruksinya, kalo inget instruksinya pasti bisa dapet nilai sempurna disini.

Nah sampailah di  3 tes terakhir inilah yang menurut gw paling sulit diantara semua E-profilling tes. Tes instrument Visual ini adalah tes kecepatan dan ketepatan Mata, jadi kita disuruh baca jam dan urutkan berdasarkan bentuknya dan warnanya, ada 9 jam yang muncul. Yang jadi masalah adalah si Jam tersebut hanya muncul 2 detik, dan angka yang diketahui di Jam Cuma 4 angka, dan posisinya pun random, kadang angka 12 ada di sudut 90 bukan 360. Jadi harus full konsentrasi, di tes ini gw purely tebak2an karena emang gak sempet baca, gw bertanya2 apakah bener ada orang yang bener2 bisa baca semua instrument ini.

Tes Visualisasi bangun ruang, juga cukup susah kita dikasih satu titik di sebuah kubus (bisa didepan, belakang, kiri, kanan, atas ataupun bawah) setelah itu kita dengarkan headset, nanti akan ada suara direksi kemana kubus  itu harus digulingkan (bisa kekiri,kanan,depan,belakang) jadi kita harus ngebayangin nanti akhirnya titik tersebut akan berada dimana akhirnya. Awalnya pelan lama2 suara tersebut akan kenceng banget, dan sampe 15 direksi kemana kubus itu harus digulingkan, sampe ga ada waktu buat ngebayangin akan berada dimana titik tersebut. Tips bawa penghapus buat jadi alat untuk bantu visualisasi, tapi jangan sampe ketahuan.

Terakhir adalah psikomotorik, ini kurang lebih sama kayak main Flight Simulator kalo yang pernah main pasti ga akan menemukan kesulitan, kita Cuma disuruh menyesuaikan altitude, speed dan heading, dan nanti suruh pencet tombol tertentu kalo denger angka tertentu. Yang penting adalah konsentrasi untuk multitasking, selain itu cari tempat duduk yang joysticknya enak. Btw di tes E-Profilling ini ga bisa ngulang kalo mau ngulang harus tunggu sampe batch berikutnya, karena ini menyangkut kejiwaan.

 

Tes NBO

Ini Tes tertulis kita yang terakhir, yang dites kurang lebih tentang kecerdasan atau IQ,  atau biasa diektahuin dengan Psikotes contoh Soal banya beredar di Internet atau toko buku. Soalnya seperti dikaish bangun ruang dan kita kalo bangunan itu dirotate sekian derajat bentuknya akan jadi seperti apa, atau soal seperti “A lebih tinggi dari B sedangkan C lebih pendek dari D dan C lebih tinggi dari A. siapakah yang palingg tinggi?” yang penting logika dan kecepeatan berpikir. Karena waktu untuk menjawab dibatasi.

Interview BIFA

Semenjak Batch XI Interview BIFA jadi salah satu tahapan tes yang wajib dilalui, sebelumnya hanya yang nilai tes sebelumnya patut ditinjau ulang yang harus melewati tahap ini. Gw ga ikut seleksi ini pas seleksi batch X karena udah mencukupi, Cuma berhubung gagal di interview user sata batch x. saat ngulang saat bath XI gw diwajibkan ikut seleksi ini. Dan prosesnya pun termausk unik karena saat itu gw gak dapet panggilan dari pihak BIFA, karena data gw ilang di computer BIFA, saat lagi kebetulan dating ke kantor BIFA mau nanya jadwal, barulah diberi tau kalo Interview udah berlangsung, dan hari itu interview BIFA  hari terakhir, setelah ngomong cukup lama, akhirnya gw dibolehkan ikut interview hari itu juga, tanpa preparasi apapun, karena gw dateng pake baju biasa, jadilah gw minjem kemeja dan dasi dari kandidat lain yang kebetulan juga sempet interview bareng gw saat seleksi batch X.

Didalam ruangan diinterview oleh Capt. Totong Sampoerno yang merupakan Quality control dari BIFA dan juga Capt. Herroejanto, pertanyaan yang ditanyakan seputar background kita, keseharian, motivasi jadi pilot, dan hobby. Nah dari situ pertanyaan akan dikembangin, jadi saran dari gw jangan jawab yang kalian ga tau. Selain itu juga ditanya itung2an standar kayak 12×12 15×15 atau 100 : 8 . juga phytagoras jarak, kecepatan dan waktu pokoknya inget s=v.t . walaupun disini ga ada lulus atau ga, tapi tahapan ini cukup penting karena menentukan cocok atau ga-nya kita jadi siswa BIFA ataupun jadi penerbang, nanti dari pihak bifa merekomendasikan ke Garuda sebagai pengetok palu lulus atau enggaknya kita.

Interview Garuda

Setelah selesai Interview BIFA kita akan dijadwalkan untuk interview Garuda yang dilaksanakan di Garuda Sentra Operasi di Komplek Bandara Soetta. Interview Garuda sendiri terbagi 2 hari, hari pertama adalah Competence Interview dimana interviewer kita adalah dari Bagian HRD Garuda, dan User Interview dimana interviewer kita adalah Tim User Garuda, yang berisi para Capt. Yang sudah berpengalaman.

Competence Interview

Di competence Interview kita akan berhadapan dengan HRD Garudah yang akan menilai cocok gak-nya kita jadi karyawan Garuda. Di seleksi batch X gw gagal di tahap ini, sekedar tips dari gw interview ini jangan jawab terlalu textbook seperti interview pada umumnya, tapi jawab aja sejujurnya berdasarkan pengalaman kalian. Pertanyaan akan dikembangin dari situ, pertanyaan kurang lebih tentang motivasi kita, tujuan kita jadi pilot, background dan juga pengalaman kita bagaimana dalam menghadapi situasi terdesak.

User Interview

Nah kalo ini pertanyaan yang keluar ga bisa diprediksi, waktu interview batch x gw ditanyain tentang rukun islam, rukun iman, waktu shuruq, sampe pemain Bola favorit gw. Ada juga temen yang masuk diceramahin doang dan langsung selesai. Yang jelas beberapa pertanyaan yang pasti muncul adalah disuruh ngitung rumus kecepetan, jarak, dan waktu selain itu sudut2 kompas dan juga pengetahuan social seperti nama2 bandara, Ibukota manca Negara, ibukota provinsi, dll. Kalo dulu pertanyaan wajib adalah penjelasan kenapa pesawat bisa terbang, dan bagian2 dari pesawat. Tapi gw 2x interview ga pernah ditanyain pertanyaan ini. Intinya penampilan usahakan serapih mungkin dan tunjukkan kepercayaan diri dan sapa interviewer dengan hangat juga jabat tangannya dengan mantap,  jawab pertanyaan dengan yakin.

Aeromedex

Nah, semenjak Batch XI ada persyaratan baru nih, sebagai calon PT Garuda Indonesia kita diharuskan melakukan AeroMedex di Garuda Sentra Medika Kemayoran, Item yang dicek kurang lebih sama dengan Medex di HatPen, Cuma ini ada USG dan juga ada Treadmill. Di USG akan dicek ada enggaknya usus buntu, atau hal lain. Sedangkan Treadmill untuk mengetes debar jantung, kita disuruh buka baju dan badan kita akan dipasangin berbagai macam kabel dan disuruh treadmill, berasa keren deh pokoknya kayak di film2. Selain itu ada tes Tambahan yaitu MMPI untuk melihat kejiwaan siswa, yang akan dites di Lakespra Cawang.

Beberapa hari setelahnya baru deh dapet email yang ditunggu2 yaitu Email kelulusan.

Congratulations you’re one step closer to be a real pilot!😀

Tags: , , , ,

About BIFA XI

we're future Garuda Indonesia Pilot, Currently studying at Bali International Flight Academy.

12 responses to “Proses Tahapan Seleksi BIFA”

  1. rafli says :

    haloo..mao numpang tanya terkait profesi pilot,,apa pendidikan pilot bisa juga diikuti oleh orang yang punya tatoo?? terimakasih banyak atas perhatiannya.

    • BIFA XI says :

      @rafli : Kalo masalah bisa atau gak saya kurang tau, mungkin kebijakan masing2 sekolah yang jelas untuk penerbang TNI atau Curug kayaknya ga bisa. tapi beberapa instruktur di sekolah saya ada yang bertato, semoga membantu.

  2. Enggar says :

    tanya dong.. kalo tinggi nggak nyampe 170cm apa masih bisa daftar BIFA ? soalnya tinggi saya cuma 167cm.. makasih..

    • BIFA XI says :

      @Enggar : Kayaknya ga terlalu masalah asal panjang kaki mencukupi, kayaknya temen sebatch saya pun ada yang kira2 tingginya segituan. semoga membantu😀

      • Enggar says :

        panjang kaki minimal 100cm ya ?

      • BIFA XI says :

        @Enggar :

        standardnya seperti itu tujuannya mungkin buat nginjek pedal rudder atau brake. namun rasanya pesawat jaman sekarang semuanya kursinya bisa digeser. jadi mungkin yang seperti ini bisa ditolerir.🙂

  3. Hadis says :

    Hallo kaka BIFA batch 11,

    kemarin saya baru melakukan competence interview di GA, dan rencananya tgl 14 akan dijadwalkan User Interview. menurut senior apakah yg sudah mencapai user interview bisa mempunyai “chance” yg tinggi untuk diterima? dan alasan/vaktor apa saja yg membuat kami, bisa tidak diterima?? dan dengar2 aeromedex ada biaya tambahan ya??

    terimakasih waktunya🙂 semoga saya bisa jadi adik 1 bulan lagi🙂
    aminnn

    • BIFA XI says :

      @hadis
      Semua yang udah sampe ditahap interview kayaknya punya chance yang sama, fakotrnya udah dijelasin di post “proses tahapan seleksi BIFA” yang penting persiapkan diri sebaik2nya. pas angkatan kita sih Aeromedex ditanggung oleh Garuda. Amiin see you here🙂

  4. randy says :

    Halo kk..serius buat gigi ompong tidak apa2?karena gigi geraham kanan dan kiri saya ompong kk..tidak apa2kah?

  5. alberto says :

    kk, sekolahnya susah yah ? heheh, apa ada teman seangkatan kk yang nggak lulus ? :p

  6. dika says :

    wah kak. saya lagi tes2 masuk BIFA nih, besok saya tes auri dan hari senin tes toeic , saya bukmark ya kak page nya, terima kasih banget lho infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: